Sabtu, 24 Maret 2007

Orang-orang dengan sifat pemalu secara naluri menyimpan kesadaran kalau diri mereka terlewatkan dari orang lain. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian. Tapi bagi Anda yang memiliki sifat ini, tak perlu berkecil hati, karena pada dasarnya ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh sifat yang merugikan ini. Sebenarnya, formula dari rasa malu terdiri dari 'terlalu berpusat pada diri sendiri' dicampur dengan rasa gugup. Dan ada paduan yang lebih tak menyangkan, saat rasa malu itu mempengaruhi fisik Anda dengan cara 'membajak' ketenangan logis.

Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. Untuk mengatasi rasa malu ini, yang Anda butuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Dibutuhkan usaha untuk mengarahkan diri Anda jauh dari terlalu berpusat pada diri sendiri, serta memberi diri Anda ruang untuk mempraktekan kemampuan bercakap-cakap. Dalam kebanyakan kasus, emosi yang memuncak dalam bersosialisasi membuat orang menanggapi berbagai kejadian dengan rasa takut. Untuk memulai mengurangi rasa malu, bagi Anda yang pemalu, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat Anda praktekan.

1. Pikirkan tentang cara Anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal, dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.

2. Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.

3. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari ya/tidak.

4. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.

5. Berhentilah memikirkan 'segalanya atau bukan apa-apa.' Pemikiran 'pasti begini/pasti begitu' tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah 'Anda salah' dan 'mereka benar,' orang yang marah akan melihat dirinya 'gagal', sedang yang lain 'berhasil.' Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.

6. Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.

7. Akhirnya, gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan instink/emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rilek sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya dirisaat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru dalam pergaulan sosial. (articlebiz/erl)

Bergerak Maju Mencapai Tujuan

Lihat Gambar

Siapa sih yang yang tak ingin memiliki kehidupan yang lebih baik dari saat ini? Setiap orang pasti ingin memperbaiki kehidupannya : mencapai sesuatu, memulai hal yang baru, menemukan ketenangan. Sepanjang kehidupan kita, proses semacam ini akan terus berlanjut. Semua orang memiliki langkah berikut untuk diambil, dan setiap orang pasti memiliki kesulitan untuk menyelesaikannya. Pada dasarnya, kita semua menggunakan waktu untuk membuat alasan dan menghindari melangkah ke depan.

Berhenti di satu tempat memang benar-benar menyakitkan. Sebenarnya keinginanan untuk mengubah kebiasaan dan memperbaiki kehidupan seharusnya datang dari jiwa Anda. Saat Anda tidak bergerak untuk mencapai tujuan, Anda malah membatasi ungkapan jiwa Anda. Mengalami frustasi yang menumpuk dari waktu ke waktu karena tidak berfungsinya pola sabotase diri yang mewakili masalah tersebut. Berikut kami sampaikan panduan untuk menumbuhkan kesadaran sehingga Anda dapat bebas dan bergerak maju dalam kehidupan dengan lebih efektif.

1. Singkirkan Rasa Takut Dipermalukan. Kebanyakan orang mengontrol diri lantaran merasa takut dipermalukan. Kita seringkali berpikir tentang apa yang dikatakan orang lain jika melihat kekurangan kita? Sebenarnya, dengan mengenali hal ini Anda dapat menemukan tempat sejati dari kontrol dalam diri Anda sendiri. Melihat keluar dari diri kita hanya untuk mendapat persetujuan, penerimaan dan cinta, merupakan jebakan ego belaka. Rasa takut dipermalukan oleh feedback luar sebenarnya hanya berdasar pada kebanggaan diri. Saat kita sudah tak lagi melihat diri kita dari kaca mata orang lain, saat kita tal lagi ingin semata-mata mendapat persetujuan dan penegasan, pada akhirnya kita akan dapat menemukan sumber sejati dari keberadaan kita. Penemuan inilah akan membawa kita ke tempat terdalam dari kejujuran dan kerendahan hati yang ada di dalam diri. Dengan cara ini kita dapat menenali jiwa sejati dari diri sendiri.

2. Untuk Apa Anda Hidup? - Anda mungkin membayangkan banyak hal indah dalam kehidupan ini yang datang dalam waktu sekejap. Jika benar demikian, Anda hidup dalam dunia fantasi! Di planet ini, hasil datang dari perpaduan antara visi dan tindakan, yang dilakukan selangkah demi selangkah. Terlepas menunggu kesempatan yang sempurna, pertanyakan pada diri sendiri 'Apa yang aku telah lakukan selama ini?" Cukup sudah menenangkan diri sendiri dengan harapan kosong dan janji tak pasti. Anda perlu mulai bertindak untuk mewujudkan apa yang Anda impikan. Jika tidak, harapan-harapan kosong itu malah akan membuat diri Anda frustasi.

3. Bimbingan Yang Berlebihan - Bimbingan berlebih terjadi lantaran terlalu banyak meminta batuan pada orang lain tapi tak pernah bertindak untuk mulai melaksanakannya. Menganalisa tiap-tiap bimbingan, serta menunggu dan terus menunggu bantuan yang lain, dimana akhirnya malah jadi perangkap, yang justru membuat Anda tak segera bergerak untuk mengambil langkah. Bimbingan yang berlebihan ini juga jadi indikasi membiarkan orang lain mengambil tanggungjawab untuk Anda. Seharusnya Anda bergerak maju ke arah yang Anda inginkan dengan dorongan diri sendirig. Untuk melepaskan diri dari bimbingan yang berlebihan ini, Anda perlu kembali ke tempat dimana Anda memulai langkah pertama. Saat rasa takut timbul, terima saja! Pada dasarnya, kekuatan terbesar kita terletak pada pilihan kita dalam menghadapi rasa takut, menghadapai atau menghindarinya.

4. Temukan Dukungan Yang Tepat Dalam Setiap Tahap Pertumbuhan. Kesuksesan pribadi tergantung pada bagaimana ketetapan hati Anda untuk menemukan kebutuhan belajar membuat irama dan lalu mendukungnya dengan koreksi dan feedback yang tepat. Kapanpun Anda butuh kemampuan baru, dengarkan kebutuhan dalam hati Anda dan temukan dukungan dari sekeliling dan diri Anda sendiri untuk mendapatkan sukses. (artb/erl)


Categories

Unordered List

Donate

Opsi Pembayaran
http://www.widgipedia.com/widgets/dwollin/Oregon-Coast-Restaurant-e4275-262144_536870912.widget

Visitors

Formula 1 News

free counters

Followers

Template Information

Resource

My Popularity (by popuri.us)

Site Map

Bookmark and Share

Advertise

Subscribe
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

INAPROC - Pengumuman Paket Pengadaan

Popular Posts

Recent Posts

Blogger Tutorials